Jasa Pembuatan Web di Batam

Panduan e-Learning LMS Moodle 3.9

You are here:
< All Topics

Cara Login e-Learning

Silahkan buka situs e-learning kampus Anda.

https://elearning.namadomainuniversitas.ac.id

sebagai contoh ini url e-learning kampus UCB:  https://elearning.youcb.ac.id/

Klik Login, masukan username dan password Admin yang telah diberikan, kemudian klik login.

Cara Membuat User Manajer, Pengajar dan Mahasiswa

Jenis Hak Akses Pada e-Learning LMS Moddle  3.9:

  1. Administrator/ Admin
  2. Manager
  3. Teacher/ Pembuat Kursus
  4. Student/ Siswa/ Mahasiswa
  5. Guest/ Tamu
  • Membuat Akun Manager

Login sebagai admin > Site administration > users > Add a new user > isi form > Create user

AKUN user yg barusan kita buat hak aksesnya masih sebagai student (default hak akses)

Untuk mengganti role user tersebut, menjadi hak akses manager caranya:

Site administration > users > Permissions > Assign System roles > Manager > add user dari Potential users > ke Existing users

 

  • Membuat Akun Teacher/pembuat Kursus/course creators

Buat dulu user, caranya:

Login sebagai Admin/Manager > Site administration > users > Add a new user > isi forms > create user

AKUN user yg barusan kita buat hak aksesnya masih sebagai student (default hak akses)

Merubah hak Akses menjadi Teacher/pembuat Kursus/course creators:

Buat Hak akses permissions untuk mengubah user student menjadi teacher:

Site administration > users > Permissions > Assign System roles > Course creator > add user dari Potential users > ke Existing users

 

  • Membuat Akun Students

Login sebagai admin/ Manager > Site administration > users > Add a new user > isi form > create user

AKUN user yg barusan kita buat hak aksesnya sebagai student (default hak akses)

Pada akun siswa tidak muncul site administrations.

Berikut panduan video bagaimana cara membuat user untuk manager/ manajer, user teacher/ pengajar/ pembuat kursus dan user student/ siswa/ mahasiswa.

 

Cara Membuat Kursus/ Pembelajaran

Bagian ini akan membahas lebih rinci mengenai membuat course/ kursus (mata pelajaran) dan memasukkan pengguna/ user ke dalam e-learning. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum membuat nama course, terlebih dahulu kita akan diminta untuk membuat kategori.

Kategori berfungsi untuk mengelompokkan course yang satu jenis. Kategori dapat mewujudkan jenjang sekolah/ universitas, nama sekolah/ universitas, mata pelajaran/ mata kuliah, atau yang lain, sesuai dengan kebutuhan dan cakupan penggunaan e-learning tersebut. Misalkan suatu e-learning digunakan pada tingkat kota/kabupaten, maka kategori dapat dibuat berdasarkan jenjang sekolah (seperti SD, SMP, dan SMA) dan nama sekolahnya. atau untuk jenjang SMA dapat berdasarkan jurusan (IPA, IPS, atau Bahasa). Jika e-learning tersebut digunakan pada tingkat universitas, maka kategori dapat dibuat berdasarkan kelas, mata pelajaran/ mata kuliah,  Penentuan kategori dan course didasarkan pada kebutuhan dan cakupan penggunaan e-learning.

Pengguna dapat mengakses e-learning tersebut dengan cara log in atau masuk menggunakan akun yang telah didaftarkan dalam sistem e-learning tersebut. Oleh sebab itu, terdapat dua cara dalam mendaftarkan pengguna ke dalam e-learning  yaitu, pertama didaftarkan secara manual oleh admin dan yang kedua pengguna daftar secara mandiri kemudian disetujui oleh admin melalui sistem e-learning. Sebuah sistem dalam e-learning juga memerlukan beberapa peran atau jabatan dalam pengelolaannya sebagainya sistem pada umumnya. Peran (role) atau jabatan pengguna dalam e-learning dapat meliputi administrator, manager, teacher/course creator, dan student. Peran (role) pengguna dalam e-learning dapat diatur atau ditentukan sehingga dapat menjalankan masing – masing fungsinya secara teratur. Secara lebih rinci berikut langkah – langkah dalam membuat kategori dan course serta memasukkan user dalam e-learning. Lihat pada pembahasan cara membuat user.

Cara Impor User Menggunakan File Excel

Selain dibuat langsung di sistem moodle, penambahan user bisa juga dibuat pada file excel dengan menggunakan format khusus kemudian diimpor ke sistem e-learning.  Biasanya pembuatan user menggunakan excell diperuntukan dalam pembuatan user secara masal. Hal ini untuk menghemat waktu dan tenaga. Berikut panduan videonya:

 

Mengatur Course Dan Enrol User

Tahap sebelumnya kita membahas mengenai pembuatan user (pengguna) dan course (mata pelajaran). Pada kesempatan kali kita membahas lebih rinci mengenai bagaimana mengatur course dan Enrol User ke dalam course tersebut.

Download file pdf (4 mb)

Cara mengatur course dan enroll user

Aktivitas dalam e-Learning (1)

Course dalam e-learning pada dasarnya memiliki resources dan activity. Pengertian resources merujuk kepada sumber – sumber belajar yang digunakan sebagai bahan atau materi pembelajaran. Sumber belajar bersifat statis yang artinya tidak ada interaksi didalamnya sehingga hanya sekedar berbagai konten materi yang dilihat atau didengar secara searah. Contoh dari resources ialah halaman teks, halaman web, link ke file atau situs, direktori, dan label. Activity atau aktivitas merujuk pada segala kegiatan yang dapat dilakukan dalam sebuah course di e-learning. Aktivitas tersebut mencakup berbagai kegiatan pembelajaran yang bersifat interaktif atau memerlukan interaksi langsung dari pengguna. Contoh dari activity ialah pemberian tugas, kuis, forum diskusi, dan chatting.

Suatu course idealnya memiliki kedua hal tersebut yakni resources dan activity. Dalam sebuah course selain terdapat banyak materi yang disajikan, diperlukan juga beberapa aktivitas yang mampu mewadahi pengguna untuk melakukan kegiatan belajar yang lebih dari sekedar melihat dan mendengarkan, tetapi juga melakukan sesuatu. Salah satu aktivitas yang dapat dimasukkan dalam suatu course ialah tugas dan kuis. Tugas dan kuis dapat dijadikan sebagai alat pengukuran hasil belajar peserta didik serta dimungkinkan sebagai alat evaluasi. Forum juga dapat dimasukkan dalam aktivitas dalam suatu course dengan tujuan agar pengguna atau peserta didik dapat dipacu untuk dapat melakukan proses diskusi secara lebih mudah dan terbuka. Berikut ini beberapa panduan mengenai pembuatan aktivitas dalam e-learning berbasis moodle.

Download file pdf (3,3 mb)

Aktivitas-dalam-elearning

Aktivitas dalam e-Learning (2)

Pada bagian kedua dari pembahasan aktivitas dalam Moodle, akan dipaparkan mengenai cara pembuatan chat atau obrolan dalam e-learning dan cara melihat atau meminta aktivitas yang dilakukan oleh pengguna selama mereka belajar menggunakan e-learning. Chat atau obrolan bersifat synchronous, artinya aktivitas obrolan tersebut harus dilakukan ketika guru dan peserta didik dalam suatu waktu yang sama atau berbarengan. Apabila guru dan peserta didik tidak membuka chat dalam e-learning tersebut secara berbarengan maka sulit untuk melakukan komunikasi, karena bersifat obrolan maka hendaknya langsung ada respon secara cepat. Sistem pada Moodle juga membuat chat atau obrolan kurang efektif jika dilakukan tidak berbarengan atau direspon dikemudian hari, dikarenakan chat atau obrolan di hari yang berbeda biasanya akan dimasukkan ke dalam mode history sehingga tidak muncul pada tampilan utama ruang chat/obrolan. Aktivitas pembelajaran para peserta didik dalam e-learning dapat dipantau keseluruhan oleh guru atau admin, sehingga dapat dilihat apapun yang dilakukan peserta didik ketika menggunakan e-learning. Berbagai hal seperti komentar, pengumpulan tugas, dan bahkan seberapa aktif mereka mengunjungi e-learning dapat terlihat. Mari langsung saja kita bahas langkah – langkah sebagai berikut.

Download file pdf (3 mb)

Aktivitas dalam elearning (2)

Membuat Quiz Dan Import Soal Secara Cepat Di Moodle

Quiz adalah salah satu modul aktivitas dalam Moodle yang memungkinkan pengajar untuk dapat membuat soal-soal obyektif dengan mudah, menyimpan soal tersebut dalam database bank soal, menyajikan soal-soal kepada peserta didik, dan memberi penilaian secara otomatis serta umpan balik. Macam-macam soal obyektif yang bisa dibuat dalam Moodle antara lain: pilihan berganda, benar-salah, isian, essay, menjodohkan, dll. Di samping itu, pengajar dapat mengatur setting quiz misalnya kapan quiz mulai bisa diakses dan kapan berakhirnya, berapa lama waktu pengerjaan quiz, penyajian soal secara random atau urut, penyajian alternatif jawaban pilihan ganda secara random atau tidak. Pengajar bisa juga memberi password pada quiz dan menentukan berapa kali quiz bisa dikerjakan ulang serta berapa waktu selang untuk pengulangan. Bila quiz boleh dikerjakan ulang, pengajar bisa memilih metode penentuan skor akhir apakah skor tertinggi, rerata, pertama, atau terakhir.

Soal-soal quiz yang dibuat dalam Moodle selalu disimpan ke database atau bank soal. Dalam bank soal, pengajar bisa membuat kategori tertentu untuk memudahkan pengelompokan soal-soal misalnya menurut topik tententu. Bila pengajar tidak membuat kategori, maka soal-soal tersimpan dalam kategori default. Soal-soal yang tersimpan dalam bank soal bisa digunakan di minggu-minggu lain dalam sebuah course atau bahkan bisa digunakan di course lain. Pengajar juga bisa mengatur jumlah soal yang akan dikeluarkan dalan quiz secara random. Dengan adanya kategori, misalnya berdasarkan topik tertentu, maka pengajar dengan mudah dapat membuat quiz di akhir semester dimana soal-soalnya dikeluarkan secara random dari topik-topik tertentu.

Dalam Moodle, pembuatan suatu Quiz meliputi tiga tahap yakni dimulai dengan membuat wadah Quiz atau tempat modul aktivitas berupa Quiz akan ditampilkan, kemudian dilanjutkan dengan membuat soal-soalnya yang akan tersimpan dalam bank soal, dan diakhiri dengan memasukkan soal dari bank soal ke wadah Quiz. Dalam pembuatan wadah Quiz, pengajar menentukan Quiz akan diletakkan di minggu ke berapa, nama Quiz, deskripsi serta pengaturan lain seperti waktu, durasi, boleh tidaknya mengulang, password, dll. Dalam pembuatan soal-soal, pengajar dapat membuat kategori bank soal, membuat soal-soal dari berbagai jenis baik secara manual satu per satu atau dengan cara import file. Selanjutnya, pengajar perlu memasukkan soal-soal yang akan disajikan ke peserta didik dari kumpulan soal di bank soal ke dalam wadah Quiz.

Download file pdf (3 mb)

Import Soal Di Moodle Menggunakan Aiken Format

Quiz pada Moodle umumnya dipakai untuk melaksanakan ujian atau evaluasi bagi peserta didik. Pada Moodle dengan versi terbaru yakni versi 3 (ke atas) tampilan fitur Quiz menjadi lebih menarik karena menyerupai tampilan ujian atau tes berbasis komputer/CBT pada umumnya. Pada versi terbaru tersebut, soal tidak lagi harus kita buka secara berurutan, namun dapat kita atur agar pengguna dapat memilih soal nomor berapa yang akan dikerjakan. Pengguna dapat bebas memilih soal nomor berapakah yang akan dikerkan dahulu. Meskipun demikian, jika Anda menyukai tampilan Quiz yang mewajibkan pengguna membuka soal secara berurutan, Anda tetap bisa memilih pengaturannya sebagaimana yang diinginkan tersebut.

Pembuatan Quiz di Moodle terbaru ini tidak jauh berbeda dari Moodle versi lama, hanya saja kemungkinan terdapat perbedaan tata letak dan ada sedikit hal yang diperbarui. Hanya saja secara garis besar tidak jauh berbeda. Termasuk cara untuk melakukan penambahan soal, Anda masih bisa melakukannya satu persatu ke Bank Soal di Moodle. Input soal secara satu persatu tentu secara teknis lebih mudah namun tidak memiliki efisiensi waktu, karena tentu akan lama sekali terlebih soal yang akan Anda masukkan cukup banyak. Solusinya ialah memasukkannya secara masal, dan cara inilah yang sangat digemari para pengguna Moodle. Hal tersebut tentu dilakukan agar lebih praktis dan menghemat waktu.

Memasukkan soal secara masal atau selanjutnya kita sebut sebagai import soal, memiliki beberapa kendala. Sebab secara khusus Moodle kurang memberikan petunjuk mengenai bagaimana mengimport soal ke dalam sistem Moodle. Moodle sendiri memiliki beberapa format dalam mengimport soal. Salah satunya menggunakan format “Missing Word Format” dengan bantuan Notepad (*.txt). Anda bisa gunakan format tersebut untuk melakukan import soal. Namun, ada beberapa kendala yang ditemui, yang kami sendiri juga tidak bisa menjelaskannya secara rinci.

Sebagai alternatif dari format import soal menggunakan “Missing Word Format”, maka kami akan membagikan format import soal di Moodle menggunakan “Aiken Format”. Penulisan “Aiken Format” masih menggunakan Notepad (*.txt) sehingga lebih sederhana/simpel serta tidak memerlukan software atau aplikasi lain. Bagi Anda yang belum memahami cara import soal secara runtut mulai dari awal, disarankan untuk membaca artikel sebelumnya Membuat Quiz dan Import Soal Secara Cepat di Moodle. Sebab pada artikel ini kami fokus kepada cara membuat format import soal menggunakan “Aiken Format”. Baik kita lanjutkan, silahkan perhatikan tampilan halaman import soal berikut!!

Download file pdf (2 mb)

Import Soal Di Moodle Menggunakan Aiken Format

 

Table of Contents
Jasa Website Profesional